Wellcome

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI REALIS GEA
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. 49 : 13]"
Tampilkan postingan dengan label KANIRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KANIRA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

NIAS UTARA IMPIAN


Program pembangunan yang dilancarkan Bupati Nias Utara Bapak Edward Zega, B.Sc sebagaimana dilansir : www.nias-bangkit.com/2011/07/edward-zega-nias-utara-yang-beriman-mandiri-dan-sejahtera/ pada tanggal 30 Juli 2011, diorientasikan dalam tiga program menurut waktunya, yaitu : 
1. Pembangunan Jangka Pendek,
2. Pembangunan Jangka Menengah , dan
3. Pembangunan Jangka Panjang.
Kita harapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat lebih – lebih masyarakat yang berpencaharian lemah.

Memperhatikan kondisi Nias Utara yang saat ini masih berumur 3 (tiga) tahun sangatlah masuk akal jika upaya membangunnya sungguh sangat menguras tenaga dan pemikiran. Pejabat yang diangkat harus benar – benar terseleksi khususnya dalam hal moralitas menghadapi keuangan.

Masyarakat Nias Utara dan siapa pun yang memiliki hati nurani sangat kecewa jika keuangan yang seharusnya digunakan untuk pembangunan sedikit demi sedikit memasuki kantong “haus” para tikus – tikus kelaparan di musim panen. Mental – mental kerdil seperti ini harus diberantas dengan segera, tanpa membiarkan akar – akarnya masih berjalan.

Kwantitas dan kelancangan tikus – tikus ini dapat ditekan melalui kebijaksanaan dan ketegasan Bupati yang didampingi oleh Wakilnya dalam melakukan evaluasi dan tindak lanjut kegiatan para kaki-tangannya. Bupati dan Wakilnya dituntut secara moral untuk mewujudkan impian masyarakat Nias Utara yang diutarakan dalam Visi Bupati dan Wabup: “Nias Utara yang beriman, sejahtera dan mandiri”.

Selaku masyarakat Nias Utara, opini kami tentang visi ini, dapat kita simak sebagaimana uraian berikut ini :
Mewujudkan masyarakat yang beriman, tidak hanya dalam bentuk luar yang tampak indah, melainkan seluruh aspek bisikan hati, ucapan dan tindakan saling bersesuaian, sehingga energi spiritual masyarakat tampak dan tidak hanya berupa bayangan semu. Upaya menggapai tingkat kesempurnaan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan keagaamaan secara detail dan mendalam, sehingga ucapan – ucapan ilahiah yang terkandung di dalam kitab suci tidak disimpangkan dalam pengaplikasiannya melalui tindakan masing – masing pribadi atau kelompok umat.

Para tokoh agama yang berhubungan langsung dengan masyarakat di bidang pencerahan iman, hendaknya diberdayakan dan sekaligus dievaluasi apakah sudah sesuai dengan Visi Kitab Suci yang benar. Kita sungguh tidak meremehkan kemampuan para ahli keagamaan dalam menyampaikan visi Tuhan, akan tetapi sebagai manusia yang tidak luput dari kelemahan dan kekhilafan, sangat membutuhkan perhatian yang berbentuk evaluasi pada kinerja dan pelaksanaannya serta pembuktian riil di lapangan.

Demikian juga dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dilakukan dan diperhatikan dalam lembaran – lembaran laporan yang menumpuk di meja kerja sang Bupati, melainkan sudi turun ke lapangan menjenguk warganya sambil mengecek kondisi yang dialami mereka secara nyata, apakah sesuai dengan tulisan – tulisan yang tergores di lembaran – lembaran kertas laporan para pembantu - pembantunya.

Bantuan – bantuan yang disalurkan juga diperhatikan. Hendaknya bantuan – bantuan itu, tidak dalam bentuk “hasil” melainkan berbentuk “alat”; sebagaimana ungkapan yang menyatakan : “jangan berikan mereka ikan, tapi berikanlah mereka pancing”. Memberikan “ikan” hanya dapat dinikmati dalam waktu seketika, sedangkan memberikan mereka “pancing” mereka dapat menikmati “ikan” kapan saja mereka mau, sepanjang “pancing” itu terpelihara.

Mengenai penetapan sasaran bantuan kebanyakan yang menjadi sasaran adalah orang – orang yang seharusnya tidak layak menerimanya. Para pendata – pendata yang ditugaskan kadang – kadang tidak bekerja maksimal; tidak jarang data – data itu diperoleh dari sambungan telepon genggam. Sedangkan mereka yang tidak tampak di permukaan karena terlalu papa atau jauh dari jangkauan karena tempat tinggal yang jauh dari jalan raya, seringkali dilupakan dan tidak dihiraukan. Padahal mereka juga termasuk tanggung jawab kita yang paling utama. Maka, dalam hal ini sangat dibutuhkan kerja keras sang Pemimpin dalam mengetahui semua ini.

Di masyarakat Nias Utara sangat banyak masyarakat penyadang masalah kesejahteraan atau di bahasa pemerintahannya disebut masyarakat penyandang masalah sosial, seperti : Kemiskinan, Keterlantaran, Kecacatan, Keterpencilan, Ketunaan Sosial dan Penyimpangan Perilaku, Korban Tindak Kekerasan, Eksploitasi dan diskriminasi. Semua masalah ini adalah suatu problem yang harus diatasi untuk mencapai suatu kesejahteraan sosial.

Kemudian pada upaya mewujudkan kemandirian Nias Utara, terbagi dalam beberapa hal :
1.      Kemandirian Ekonomi
2.      Kemandirian Mental
3.      Kemandirian Berbudaya

Pertama : Nias Utara yang mandiri di bidang Ekonomi. Kemandirian ekonomi terbagi atas dua bagian yaitu :
1.      Kemandirian ekonomi masyarakat adalah masyarakat yang sudah mampu menciptakan lapangan kerjanya sendiri, sehingga dapat mensejahterakan kehidupannya dan tidak bergantung lagi pada “belas kasih” pihak lain. Mereka sudah tidak lagi terikat hutang, kredit, dan atau sistim ijon yang sangat merugikan diri mereka sendiri.

Pemerintah berkewajiban untuk menumbuhkan kemandirian masyarakatnya sendiri, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang layak serta bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan suatu daerah.

2.      Kemandirian Ekonomi Daerah adalah meningkatnya pendapatan daerah yang didapatkan dari usaha – usaha yang dikembangkan oleh pemerintah, seperti Badan Usaha Milik Daerah, Pajak, Pariwisata dan sumber – sumber lain yang menambah anggaran pendapatan daerah, sehingga dapat membiayai daerahnya sendiri, tanpa mengharapkan bantuan dari pihak lain kecuali dana yang memang ditujukan untuk daerah, seperti pembangunan jalan nasional dari pusat dan pembangunan jalan provinsi dari dana anggaran provinsi.

Kedua : Masyarakat yang mandiri di bidang mental. Kemandirian mental masyarakat terbagi dalam dua bagian yaitu :
1.      Kemandirian mental spiritual adalah masyarakat yang sudah mampu menuntun dirinya sendiri untuk mencapai kesempurnaan dalam mendekatkan dirinya kepada Tuhan, tanpa adanya efek lain seperti ingin dipuji atau ingin diakui sebagai orang beriman. Mereka melakukan segala peribadatan berdasarkan dorongan “ketulusan” dan bukan karena malu, karena dianggap orang sebagai orang yang tidak taat, dan lain – lain yang sejenis dengan hal – hal spiritual.
2.      Kemandirian mental intelektual adalah masyarakat yang taraf intelektualnya bukan hasil pekerjaan orang lain. Seringkali kita menemukan kenihilan ilmu yang dimiliki oleh seorang pelajar sesuai dengan jenjang pendidikan yang diraihnya. Mereka hanya memperoleh ijazah oleh karena kebijaksanaan sekolah atau instansi pendidikan yang “kucing – kucingan” membantu mereka. Sasaran pembangunan di bidang ini adalah pembinaan instansi – instansi penyelenggara pendidikan agar anak didik yang belum pantas menyandang “kelulusan” hendaknya jangan dibiarkan lewat. Sekolah – sekolah kadang kala bertindak kurang sehat hanya demi mempertahankan “pamor” sekolah dengan predikat LULUS 100%, padahal jika dinilai secara teliti, tingkat kelulusan hanya mencapai sekian persen saja. Di sini pelu pendampingan, arahan, dan monitoring terhadap sekolah – sekolah yang berlaku kurang sportif ini, agar membenahi strategi mereka dan bukan justru menjerumuskan generasi penerus bangsa.

Ketiga : Masyarakat yang mandiri di bidang Budaya, adalah masyarakat yang bangga terhadap budaya daerahnya sendiri dan tidak “minder” untuk menampilkannya kepada pihak lain.

Sebagai Daerah yang mempunyai asal usul dan memiliki jati diri, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk mempertahankan identitas kita sebagai putra-putri Nias Utara. Kita tidak boleh dan tidak pantas untuk melupakan budaya.

Sesuai dengan perkembangan zaman, memang ada sebagian budaya yang harus disesuaikan sesuai zamannya, agar tidak terkesan primitif dan ketinggalan zaman. Namun, perbaikan – perbaikan itu, tentu memperhatikan kekhasannya agar tampak asli sekalipun dalam modifikasi. Proses modifikasi yang tetap mempertahankan keaslian inilah yang dibutuhkan saat ini dalam rangka mempertahankan kebudayaan kita.

Dalam mencapai hal ini, maka peran pemerintah untuk turut serta memfasilitasi, mendampingi serta melindungi sangatlah dibutuhkan. Para tokoh adat, pemuka – pemuka masyarakat yang masih hafal dan paham tentang budaya kita hendaknya difasilitasi untuk dapat mewarisi segala kemampuan mereka kepada generasi – generasi berikutnya. Sehingga pemuda – pemuda yang merupakan calon dari pemangku budaya, tidak kebingungan sehingga dibuat asal – asalan sesuai dengan akal masing – masing ketika berhadapan tentang soal ini.

Akhirnya, tutur kata yang menjadi pamungkas adalah : “Kemajuan dan Kemunduran Nias Utara berada dipundakmu wahai sang Pemimpin. Jasamu yang baik yang engkau lakukan di waktu yang singkat akan dikenang sepanjang masa; tapi ulahmu yang buruk yang engkau lakukan di waktu singkat ini akan dikenang hingga tiada batas”.

Demikian, Semoga Bermanfaat!!!

Jumat, 07 Oktober 2011

APA YANG HARUS DILAKUKAN DALAM MEMBANGUN NIAS UTARA?

Puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH, Tuhan yang Maha Esa, karena Nias Utara telah resmi menjadi Kabupaten sejak tahun 2008 lalu. Hal ini adalah sebuah nikmat yang besar bagi seluruh warga Nias Utara karena telah dipercaya untuk mengelola daerahnya sendiri dengan harapan mengalami kemajuan dibanding waktu yang sudah - sudah.

Di samping itu, tentu kita tidak selamanya berbangga - bangga dan membiarkan Nias Utara begitu saja, akan tetapi kita harus memikirkan masa depan yang lebih cemerlang. Ada beberapa hal yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam membangun KANIRA adalah : 
1. Pemerataan pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan wajardikdas
2. Penanggulangan kemiskinan, penyandang masalah sosial dan lanjut usia terlantar
3. Perbaikan Infrastruktur, Ekonomi Rakyat dan pengelolaan SDA yang tepat guna
4. Pengembangan seni budaya Nias Utara sehingga tidak terkesan kehilangan identitas atau hanya memiliki budaya tiruan.

kepada saudara - saudara pemerhati kemajuan KANIRA agar memberi sumbangan kritik dan saran yang membangun demi kemajuan daerah kita tercinta.