Oleh : Realis Gea
1
Siapakah yang
percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan
TUHAN dinyatakan?
2
Sebagai taruk[1] ia
tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan
dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak,
sehingga kita menginginkannya.
3
Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang
biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya
terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang
ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia
kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh
karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita
ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya
sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
7
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka
mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba
yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka
mulutnya.
8
Sesudah penahanan dan penghukuman ia
terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia
terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia
kena tulah.
9
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam
matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat
kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
10
Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia
menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya,
umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11
Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan
hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh
hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12
Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai
rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu
sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia
terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa
banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Sosok yang ditampilkan dalam nubuat itu,
mengandung ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Taruk yang tumbuh di hadapan Tuhan, tunas dari tanah yang
kering;
2.
Tidak tampan dan tidak bersemarak[2]
(kurang menarik untuk dipandang);
3.
Hidupnya penuh penderitaan
4.
Tidak berbuat kekerasan;
5.
Tidak ada tipu dalam mulutnya;
6.
Ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan
kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Dari ciri-ciri di atas, keseluruhan
orang Kristen meyakini bahwa nubuat tersebut ditujukan kepada Yesus yang
menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, apalagi didukung oleh
perjanjian baru yang tercatat sebagai berikut :
1.
Matius 8 : 16-17
16 Menjelang
malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan
sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang
menderita sakit.
17 Hal itu
terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit
kita."
2.
Kisah para rasul 8 : 32-35
32 Nas yang
dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke
pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting
bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang
akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
34 Maka kata
sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah
nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
35 Maka mulailah
Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus
kepadanya.
3.
Roma 10
16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri
berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
Tapi, sayang beribu kali sayang,
kutipan itu tidak sepenuhnya dikutip dari maksud Yesaya 53 itu, mereka hanya
mengutip potongan-potongannya, bahkan ada bunyi kutipan yang tidak sama dengan
sumbernya, seperti yang saya warnai dengan warna merah dan biru di atas.
Baiklah, saya tidak membahas tentang
perbedaan bunyi kutipan itu di sini, karena saya hanya ingin fokus pada “siapa”
yang cocok 100% dengan nubuat Yesaya 53 itu, karena setiap nubuat yang benar,
harus cocok dengan yang menggenapinya 100%, baru dapat diakui sebagai nubuatan
yang benar.
Apakah Yesus sanggup menggenapinya
atau justru tidak ada satupun tokoh perjanjian baru yang cocok 100%? Mari kita
lihat :
Jika memang benar, bahwa Yesus yang
dimaksudkan nubuat itu, maka Yesus :
a. Merupakan
tunas (שרש)(syeresy’)
dari tanah yang kering (ציה)(tsiyah);
Tapi kenyataannya, Yesus dilahirkan oleh wanita yang
subur (פורה)(purah) lagi perawan (בתולה)(bathulah) yaitu : Maria. Bagaimana mungkin Maria dapat
dianggap sebagai “tanah kering”, sementara ia dapat mengandung tanpa dicampuri
oleh seorang laki-laki. Maria benar-benar “tanah subur”, dan bukan “tanah
kering”.
“tanah kering” ini lebih cocok kepada Elisabet, ibu
Yohanes Pembaptis.
Perhatikan keterangan Lukas berikut ini :
“Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet
mandul (עקר)(‘aqar) dan keduanya telah
lanjut umurnya” (Lukas 1:7)
b. Tidak tampan (לא תאר) (Lo To-ar) dan tidak bersemarak (לא הדר) (Lo Hadar) (kurang menarik untuk dipandang)
Saya tidak mendapat keterangan dari perjanjian baru,
bahwa Yesus memiliki wajah jelek atau pun tampan, sehingga saya tidak bisa
menentukan apakah Yesus berwajah jelek seperti yang dinubuatkan Yesaya itu atau
justru berwajah rupawan.
Jika Yesus berwajah rupawan, maka beliau tidak masuk
dalam kategori nubuatan ini.
c. Menderita
Penderitaan yang digambarkan dalam nubuat tersebut,
hampir rata-rata para nabi telah mengalaminya, seperti : dihina, dianiaya,
dibawa ke pembantaian, diremukkan, dst.
Sebagaimana Yesus mengakuinya sendiri, tentang
ratapannya di Yerusalem yang mengatakan :
34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi,
orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu
bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan
kamu aniaya dari kota ke kota,
35 supaya kamu
menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel,
orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di
antara tempat kudus dan mezbah.
36 Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!"
37
"Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari
dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu
mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di
bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Dari ucapan Yesus di atas, kita ketahui bahwa para nabi
sebelumnya, juga mengalami penderitaan.
Bahkan Yohanes Pembaptis pun dipancung tanpa ada
perlawanan sama sekali, sebagaimana diceritakan dalam Matius 14 berikut ini:
6 Tetapi pada
hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah
mereka dan menyukakan hati Herodes,
7 sehingga
Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
8 Maka setelah
dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini
kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
9 Lalu sedihlah
hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya
juga untuk memberikannya.
10 Disuruhnya
memenggal kepala Yohanes di penjara
11 dan kepala
Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu
dan ia membawanya kepada ibunya.
12 Kemudian
datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya.
Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.
Yang spesifik adalah : “bilur-bilur yang menjadi
penyembuh”. Umat Kristiani menganggap bahwa Yesus juga menyembuhkan
penyakit, sehingga cocok dengan beliau kalimat itu.
Mari kita telusuri :
Dalam bahasa Ibrani bilur-bilur adalah habbuurah
(חבורה) yang berasal dari kata habar (חבר) yang
berarti “kekasih”.
Sehingga kalimat itu dapat
diartikan menjadi : “dan oleh kasihnyalah kita menjadi sembuh”
Namun, lagi-lagi, bukan hanya Yesus
saja yang memiliki kasih seperti beliau, melainkan para nabi lain pun juga
penuh dengan kasih, khususnya di zaman perjanjian baru, Yohanes pembaptis juga
dapat digolongkan dalam golongan ini.
d. Tidak berbuat
kekerasan
Benarkah Yesus tidak berbuat kekerasan? Ayo kita lihat :
PERTAMA : MEMBAWA PEDANG
Mat 10:34
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di
atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Luk 12:51 Kamu
menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku
kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
KEDUA : MENGUSIR PEDAGANG DI BAIT
ALLAH DENGAN CAMBUK
Mat 21:12 Lalu
Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman
Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang
merpati
Mat 21:13 dan
berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa.
Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Mrk 11:15 Lalu
tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait
Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait
Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
dibalikkan-Nya,
Mrk 11:16 dan Ia
tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
Mrk 11:17 Lalu Ia
mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut
rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang
penyamun!"
Luk 19:45 Lalu
Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
Luk 19:46
kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa.
Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Yoh 2:15 Ia
membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua
kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah
dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Yoh 2:16 Kepada
pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini,
jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
PALING TIDAK, DALAM DUA KASUS TERSEBUT DI ATAS, YESUS
PERNAH MELAKUKAN DAN MENJANJIKAN KEKERASAN; SEMENTARA NUBUAT YESAYA ITU
MENGATAKAN “TIDAK PERNAH BERBUAT KEKERASAN”
e. Tidak ada tipu
dalam mulutnya
LUKAS 24
44 Ia berkata
kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika
Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada
tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab
Mazmur."
45 Lalu Ia
membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46 Kata-Nya
kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan
bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
Saya belum pernah menemukan kalimat dalam kitab para
nabi sebelum Yesus yang menyatakan bahwa : “Mesias harus menderita dan bangkit
dari antara orang mati pada hari yang ketiga”. Yesus mengakuinya bahwa kalimat
seperti itu, TERTULIS dalam kitab para nabi.
Nah, jika tidak ada tipuan dalam mulutnya, tentu Yesus
menyebutkan hal itu sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab para nabi. Dan
carilah dalam seluruh kitab perjanjian lama tentang kalimat itu, niscaya anda
gagal menemukannya.
Bahkan Yesuspun menganjurkan agar
berlaku seperti ular dan seperti merpati :
Mat
10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu
seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik
seperti ular dan tulus seperti merpati.
Apakah anda tahu bagaimana kecerdikan
ular? Lihatlah tipu dayanya dalam kitab kejadian berikut ini :
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik
dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata
kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman
ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2
Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam
taman ini boleh kami makan,
3
tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah
berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu
tidak akan mati,
5
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan
terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang
jahat."
Dalam kisah tersebut, ular adalah
makhluk terlicik, penuh tipu daya dan penyesatan, dan Yesus justru menyuruh
para muridnya untuk “cerdik” seperti ular itu.
Artinya, CERDIK yang dia maksud adalah
: TIPU DAYA DAN PENYESATAN, seperti
ULAR.
Oleh karena itu, Yesus juga pernah
“menipu” dan menganjurkan untuk CERDIK seperti ULAR, dan hal itu tercatat
sepanjang bible masih beredar dan dibaca orang.
f. Ia akan melihat
keturunannya (זרע)(zera’), umurnya akan lanjut (יום ארך)(youm arak), dan kehendak TUHAN (חפץ יהוה)(hepets
Yahweh) akan terlaksana olehnya.
Ada yang menarik untuk dibahas dalam bagian ini, yaitu :
keturunan.
Untuk lebih jelasnya, saya akan mengutip kembali ayat
ini :
10 Tetapi TUHAN
berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya
sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya (זרע), umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana
olehnya.
Zera’a (זרע) dalam bahasa
Ibrani berarti : Bibit atau Sperma. Sehingga keturunan yang dimaksud dalam ayat
itu adalah : anak yang berasal dari benih/bibit/sperma seorang laki-laki.
Artinya, tokoh yang dinubuatkan itu, memiliki keturunan
yang berasal dari “sperma”nya sendiri, dan bukan secara istilah.
Ada yang mengatakan bahwa arti dari “keturunan” itu
adalah “keturunan rohani”, sehingga maksudnya adalah : orang-orang yang percaya
kepadanya atau pengikut-pengikutnya.
Saya tidak dapat membayangkan betapa arti dari kata
“Zera’a” itu disimpangkan menjadi “keturunan rohani”, apakah mungkin ada
“sperma rohani”? Sepanjang hidup saya, baru mendengarkan hal aneh itu.
Hal yang sama juga disebutkan dalam beberapa ayat dalam
perjanjian lama sebagai berikut :
a. Kej 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau
dan perempuan ini, antara keturunanmu (זרע)
dan keturunannya (זרע); keturunannya (הוא)(Hua) akan meremukkan kepalamu, dan engkau (אתה)(attah) akan meremukkan tumitnya."
MAKSUDNYA :
(Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan
perempuan ini, antara “keturunanmu dari spermamu (זרע)”
dan “keturunannya dari spermanya (זרע)”;
dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya)
b. Kej 9:9 "Sesungguhnya Aku mengadakan
perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu (זרע)
MAKSUDNYA :
(sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu
dan dengan “keturunanmu dari spermamu (זרע)”)
c. Kej 15:5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta
berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat
menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya
nanti keturunanmu (זרע)."
MAKSUDNYA :
(Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman:
"Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat
menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: Demikianlah banyaknya nanti “keturunanmu
dari spermamu(זרע)”)
d. Kej 21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham:
"Janganlah sebal hatimu karena hal anak (נער)(na’ar)[3] dan
budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau
mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu (זרע)
ialah yang berasal dari Ishak.
MAKSUDNYA :
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham : Janganlah sebal
hatimu karena hal “putra kecilmu” dan
budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau
mendengarkannya, sebab yang akan disebut “keturunan dari spermamu” ialah yang
berasal dari Ishak.
Kemudian dilanjutkan dengan ayat ini :
Kej 21:13 Tetapi
keturunan (בן)(ben) dari hambamu itu juga
akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu (זרע)."
MAKSUDNYA :
Tetapi “ben/bani” dari hambamu itu juga akan Kubuat
menjadi suatu bangsa, karena iapun “keturunanmu dari spermamu”
Semua kata Zero’a di atas itu, tidak ada yang
berarti : “keturunan rohani”
Dan untuk meyakinkan anda, maka carilah di translate
online ibrani-indonesia, maka anda akan menemukan :
a. זרע = bibit
b. Sperma = זרע
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita jika kita
memasukkan Yesus dalam nubuat ini, karena umat Kristiani mengenal Yesus sebagai
orang yang tidak memiliki anak kandung dan tidak memiliki istri.
Sekarang yang menjadi pertanyaannya
adalah :
LALU SIAPA SEBENARNYA YANG DIMAKSUD
OLEH NUBUAT YESAYA 53 ITU?
Tidak ada jawaban selain dari pada
dua kata yaitu : NUBUAT PALSU.
Saya sudah mencari tokoh-tokoh
perjanjian baru, maka saya tidak menemukan satu pun yang persis seperti yang
dinubuatkan itu.