Wellcome

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI REALIS GEA
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. 49 : 13]"

Senin, 24 Oktober 2011

DISKUSI TENTANG KORUPSI


KENAPA KORUPSI SUKAR DIBERANTAS?

1.       Karena penguasa dan atau pemberantasnya adalah koruptor
2.       Karena pemberantas korupsi dibatasi gerakannya oleh penguasa
3.       Karena administrasi pemerintahannya adalah administrasi koruptor
4.       Karena masyarakatnya hobi nyogok pemerintah yang gemar sogok
5.       Karena masyarakatnya mendukung gerakan korupsi

APA PENYEBAB ADANYA KORUPSI
1.       Adanya peluang
2.       Pelakunya pada hakikatnya tidak beragama dan tidak takut kepada Tuhan-Nya
3.       Memiliki jabatan tinggi atau kedekatan kepada pejabat tinggi
4.       Pelakunya selalu bersemboyan “the times is money”
5.       Kurangnya rasa syukur
6.       Merupakan tuntutan tidak langsung dari sebuah kelompok atau organisasi
7.       Keinginan penguasa secara diam-diam
8.       Terlalu ahli di bidang penyusunan administrasi.

BAGAIMANA MENURUT PENDAPAT ANDA?
 ================================================================================

Catatan:
1.       Bagi pembaca yang ingin memberikan pendapat tentang topik ini, silahkan tuliskan di ruang komentar halaman blog ini. Setelah menulis komentar anda, pilih profil anda yang sesuai atau menuliskan langsung alamat e-mail atau web anda. Untuk meyakinkan admin bahwa anda benar-benar pemilik e-mail atau web yang anda masukkan, maka anda dibawa ke log-in e-mail atau web anda. Isi password dengan benar agar komentar anda tidak gagal.
2.       Bagi anda yang belum memiliki e-mail atau situs website anda masih tetap dapat memberikan komentar dengan memilih profil “ anonimous”.
3.       Agar nama anda diketahui oleh khalayak ramai, maka buat nama anda sendiri sebelum atau setelah komentar anda. Jika anda tidak menyertakan nama anda, maka admin akan menghapus komentar anda tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. (Jujurlah dengan nama anda, karena nama itu adalah do’a).

Minggu, 23 Oktober 2011

KONSEP KEESAAN TUHAN MENURUT AL QURAAN


Manusia secara fithrah (sifat dasar kesucian)nya, merindukan sesuatu yang dapat melindungi, menolong, dan menyelamatkan hidupnya. Kerinduan ini ditandai dengan cenderungnya seseorang mencari tempat berteduhnya hati secara tenang, sekalipun seseorang itu belum mengenal agama.

Di zaman dahulu, sebelum agama besar dilahirkan (yaitu : Hindu, Buddha, Kristen dan terakhir Islam), nenek moyang kita telah menganut paham ketuhanan yang menjadikan ruh nenek moyang mereka sebagai tuhan. Mereka percaya bahwa ruh nenek moyang dapat bersemayam di patung – patung buatan mereka. Akibat dari kepercayaan ini, masyarakat banyak mempersembahkan sesajian kepada ruh tersebut untuk meminta rezeki, menolak bencana dan meminta umur panjang; bahkan sesekali mereka meminta ruh itu untuk membalas kejahatan orang lain yang mereka derita.

Setelah ajaran – ajaran agama menyebar di seluruh seantero dunia, lambat laun penyembahan kepada ruh nenek moyang ini beralih kepada penyembahan sesuatu yang dianggap lebih hebat dari ruh nenek moyang. Sesuatu yang dianggap sakti itu mereka sebut sebagai TUHAN , yang berarti : “sesuatu yang disembah”.

Pada awal mulanya, nama TUHAN ini bermacam – macam, sesuai dengan tingkat pemahaman mereka tentang Tuhan. Nama TUHAN yang paling terkenal saat itu bahkan hingga saat ini adalah SANG HYANG WIDHI (Dewa Tertinggi).

Pada tahap ini, mereka mengakui bahwa Tuhan yang Maha Tinggi itu menjelmakan dirinya menjadi sesuatu yang dapat dilihat oleh mata telanjang manusia untuk menyelamatkan mereka dari segala gangguan dan penderitaan.  Keyakinan ini diabadikan oleh agama Hindu yang mengakui bahwa KHRISNA sebagai jelmaan TUHAN dan juga agama Kristen yang mengakui bahwa YESUS KRISTUS adalah jelmaan TUHAN dalam rangka menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.

Antara zaman KHRISNA dan zaman KRISTUS timbul ajaran :
1.       BUDDHA yang mengajarkan tentang pencapaian pencerahan sejati dengan menitik beratkan ajarannya pada kesadaran sejati. Namun, konsep ketuhanan yang dianutnya tampak pada keyakinan bahwa seseorang yang telah mencapai pencerahan akan kembali kepada ASALNYA (TUHAN YANG MAHA ESA) dan tidak lagi menempuh reinkarnasi. Sepanjang manusia itu tergoda oleh kenikmatan, maka manusia itu akan terus bereinkarnasi dengan tingkatan naik atau turun sesuai dengan kebaikan atau kejahatan yang dilakukannya di dunia ini.
2.       YAHUDI (agama wahyu) yang mengajarkan bahwa TUHAN itu adalah yang Maha Esa, nama-Nya adalah YHWH (Yehhovaw), Dia Maha Tunggal, Maha Awal dan Maha Akhir. Namun, YHWH diklaim bangsa Yahudi sebagai Tuhan kaum mereka saja dan bukan Tuhan seluruh makhluk yang ada di seluruh alam.

Setelah ajaran Kristen berlangsung selama kurang lebih 500 tahun, datanglah agama ISLAM yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang berasal dari bangsa Arab, keturunan nabi ISMAIL ‘alaihis salam (AS). Agama Islam mengakui adanya agama – agama terdahulu khususnya agama Yahudi dan Agama Nashrani. Namun, ada yang perlu diluruskan dan disesuaikan dengan perkembangan pemikiran manusia, sehingga tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan hingga akhir zaman.

Ajaran yang paling utama dalam Islam adalah pengakuan terhadap TUHAN Yang Maha Esa yang menamai diri-Nya sendiri dengan ALLAH (الله) di dalam kitab suci Al Quraan. Allah SWT berfirman :
قل هو الله احد. الله الصمد. لم يلد و لم يولد و لم يكن له كفوا احد.
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. 112 : 1-4)

Kemudian, dalam surat lain ditegaskan bahwa : TUHAN yang benar adalah Tuhan yang tiada satu pun yang serupa dengan Dia. Sebagaimana firman-Nya :
فاطر السموات و الارض. جعل لكم من انفسكم ازوجا و من الانعام ازوجا. يذرؤكم فيه ليث كمثله شيئ. و هو السميع البصير.
(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Maha Melihat. (QS. 42:11).

Dari keterangan ayat – ayat tersebut di atas, konsep ketuhanan dalam Islam dapat disimpulkan bahwa :
1.       Tuhan yang disembah oleh Muhammad SAW dan umatnya adalah ALLAH
2.       Allah yang disembah itu adalah Maha Esa
3.       Allah itu tempat bergantungnya segala sesuatu
4.       Allah itu tidak memperanakkan sesuatu baik secara fisik maupun secara peristilahan.
5.       Allah itu tidak pula diperanakkan oleh sesuatu baik secara fisik maupun secara peristilahan saja.
6.       Allah itu tidak ada satu pun yang setara dengan Dia.
7.       Allah itu tidak ada satu pun yang serupa dengan Dia.

Sesuatu yang dinyatakan sebagai jelmaan Tuhan, oleh Islam ditolak dan dinyatakan sebagai suatu kedustaan atau tipuan belaka, sehingga keesaan dan kemuliaan serta keindependenan Tuhan yang disembah mereka benar – benar murni, tanpa percampuran sifat – sifat yang rendah atau hina.

Adapun Nabi yang diutus oleh Allah kepada sesuatu kaum, maka tidak dapat disetarakan dengan Allah yang mengutus-Nya, sekalipun yang diutus itu diakui berasal dari surga. Sebab, segala sesuatu itu tidak ada yang dapat mencapai ketinggian derajat-Nya. Semua yang tampak dan yang gaib itu hanyalah ciptaan-Nya belaka dan selamanya tidak pernah menjadi setara dengan Dia. Kenapa? Karena hanyalah ALLAH saja satu – satunya yang Maha Tinggi.

Ada ajaran yang mengatakan bahwa Tuhan itu memang Maha Esa, namun dalam kemahaesaan-Nya itu telah terlalu banyak manusia yang dihukum-Nya dan dibinasakan-Nya tanpa ampunan. Agar manusia ini tidak semakin binasa, maka Ia menempuh jalan kebijaksanaan dengan merubah diri-Nya menjadi manusia agar manusia dapat berinteraksi dengan-Nya. Jika Tuhan yang masih bersifat Esa itu, tidak merubah diri-Nya menjadi seperti manusia, maka niscaya manusia tidak dapat mendapat keselamatan oleh karena murka-Nya.

Pendapat ini juga tertolak, sebab Tuhan yang Maha Bijaksana mempunyai berbagai cara menyelamatkan manusia tanpa harus menghinakan diri-Nya. Jika Ia memilih untuk menyelamatkan ciptaan-Nya sendiri dengan jalan penderitaan, maka Tuhan yang demikian itu sangatlah tidak bijaksana dan boleh dikatakan sebagai tuhan yang sangat dungu; dan kedunguan tidak ada di dalam kamus sifat Tuhan yang Maha Bijaksana.

Ada juga yang mengatakan bahwa Tuhan itu ibarat segitiga sama sisi. Ada Tuhan sebelah kanan yaitu Tuhan yang Menciptakan, Tuhan sebelah kiri yaitu Tuhan yang datang ke dunia ini dan bertugas sebagai pengampun dosa dan penyembuh segala penyakit lahir dan bathin, dan Tuhan sebelah dasar yaitu Tuhan yang memberikan hidayah dan petunjuk bagi orang yang beriman. Nah, ketiga sisi ini adalah satu kesatuan dan yang demikian itulah yang disebut Maha Esa.

Pendapat ini juga semakin ngawur. Sebab, Tuhan tidak pantas disamakan dan diumpamakan dengan sesuatu, karena Dia Maha Gaib dan Maha Sempurna. Terlalu konyol jika digambarkan seperti gambar segitiga sama sisi. Jika pendapat ini tetap dipakai maka gambar kubuspun dapat disebut Esa demikian juga dengan gambar balok, limas, kerucut, segi lima, segi enam, jajargenjang, lingkaran dan berbagai bangun ruang lainnya.

Namun, pantaskah Tuhan yang Maha Hebat itu dibagi – bagi seperti itu? Sekali lagi saya katakan ini adalah pendapat yang konyol dan omong kosong. Tidakkah lebih dapat diterima akal bahkan hati sekalipun jika konsep ketuhanan itu adalah Esa tanpa syarat? Cobalah anda renungkan dalam – dalam. 

Sabtu, 22 Oktober 2011

MAKNA TERSEMBUNYI DI BALIK UCAPAN “INSYA ALLAH”


Allah SWT berfirman :
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini."
(QS. 18:24)

Di antara manusia yang jauh ilmunya dari hakikat ilmu Agama, sangat meremehkan bahkan menjelek – jelekkan dua kata ini : “Insya Allah”. Mereka menganggap bahwa kalimat itu adalah kalimat yang menyatakan sesuatu ketidak pastian. Kalimat tersebut sekedar kalimat keragu – raguan akan kebenaran yang diucapkan oleh pengucapnya.

Apalagi jika seorang Muslim menyampaikan kabar gembira kepada mereka dengan menutup dakwahnya dengan kalimat : “jika saudara – saudara bersungguh – sungguh menerima bahwa : Tiada Tuhan yang pantas disembah kecuali ALLAH dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan utusan-Nya kemudian menunaikan Shalat, membayar Zakat, Berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah Haji jika mampu, maka niscaya saudara – saudara akan masuk surga, Insya Allah”.

Mereka berkata : “Kenapa tidak dikatakan ‘jika anda ikut ajaran ini, maka anda dijamin pasti masuk surga’, dan malah menggantinya dengan kalimat kebimbangan? Itu artinya, ajaran yang disampaikannya masih dalam ketidakpastian” Kemudian dengan congkak, mereka berkata : “Lihat ajaran kami, jika anda menerima INI DAN ITU, maka anda pasti masuk surga”.

Kalimat Insya Allah  (ان شاء الله)terdiri dari tiga kata yaitu :
1.      In (ان) yang berarti : jika
2.      syaa-a (شاء) yang berarti : menghendaki dan
3.      Allah (الله) yang berarti : ALLAH SWT

Dalam ayat 24 surat Al Kahfi di atas, kata Ay Yasyaa Allah (ان يشاء الله) diterjemahkan menjadi Insya Allah agar pembacanya mengenal bahwa kedua kalimat itu bermakna sama yaitu : “Jika Allah SWT menghendaki”.

Apa rahasia tersembunyi di balik ucapan “Insyaa Allah”?
1.      Tahu Diri.
Rahasia pertama adalah : Menjadikan pengucapnya menjadi “tahu diri” bahwa yang menghendaki terjadinya sesuatu itu hanyalah ALLAH SWT Tuhan kita. Jika ALLAH tidak mengizinkannya, maka niscaya tidak pernah akan terjadi.

Demikian juga jika kita berjanji untuk sesuatu apa pun yang bernilai baik, diawali atau diakhiri dengan kalimat “Insya Allah” adalah suatu bukti seseorang tahu diri akan hakikatnya sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan. Jika nyawa kita diambilnya sebelum janji tertunaikan, maka kita telah terlebih dahulu memaklumkan bahwa janji ini akan ditepati jika ALLAH SWT menghendakinya.

Tanpa mengucapkan kalimat ini pada suatu janji, maka pengucapnya adalah “manusia yang tidak tahu diri”, menurut ajaran Islam. Mereka adalah manusia – manusia yang merasa diri mereka hebat sedangkan yang paling hebat hanyalah Allah SWT semata. Andaikan seseorang memiliki suatu kelebihan, maka yang demikian itu hanyalah suatu pemberian dan anugerah, yang suatu saat akan diambil-Nya kembali.

2.      Bukti Penyerahan Diri kepada Allah
Rahasia kedua adalah : dengan mengucapkan “Inya Allah” dalam suatu janji, maka mengandung makna : terjadinya suatu penyerahan diri kepada Allah semata. Sehingga apa yang dijanjikannya itu disadari dengan sepenuh hati, akan terjadi oleh kekuasaan Dia yang Maha Kuasa, yakni Allah SWT dan bukan oleh karena kekuasaan si pengucapnya.

Kepasrahan kepada Allah adalah suatu bukti pengabdian yang hakiki selaku manusia yang bijaksana dan sangat tahu berterima kasih akan karunia yang telah diterima selama ini.

Sedangkan mereka yang menolak mengucapkan Insya Allah, mereka termasuk orang – orang yang tidak tahu berterima kasih kepada Allah SWT, Tuhan yang memberinya kehidupan di dunia ini.

3.      Menekan ke- Takabur-an (kesombongan)
Rahasia yang ketiga adalah dengan mengucapkan Insya Allah, sifat sombong yang mencokol dalam hati sanubari sang insan dengan sendirinya menghilang dan sirna. Sedangkan sifat sombong itu adalah penyakit yang merusak dan mematikan hati.

Orang yang enggan mengucap Insya Allah, mereka tergolong orang – orang yang SOMBONG yang akhir – akhirnya membawa pada penyakit hati. Dari penyakit menjadi kerusakan hati hingga kepada kematian / keterkuncian hati dari pintu – pintu kebaikan dan hidayah.

4.      Doa
Rahasia yang keempat adalah : mengandung doa atau permohonan kepada Allah agar apa yang diinginkan diperkenankan dan dikabulkannya. Sehingga dengan mengucapkan kalimat ini, kita telah menunaikan doa kepada Sang penerima Doa, yakni Allah SWT.

5.      Menaati Firman Allah
Rahasia berikutnya adalah : bukti ketaqwaan kepada apa yang diperintahkan Allah SWT dalam firman-Nya, sehingga setiap orang yang mengaku taat, maka saat itu pula mereka melakukannya.

Orang yang enggan mengucapkan Insya Allah juga termasuk orang yang membangkang terhadap perintah Allah. Dan orang yang membangkang akan Allah, maka tempatnya hanyalah tempat yang disediakan bagi para pembangkang.

Demikianlah sekelumit rahasia dari ucapan “Insya Allah” itu, yang selama ini manusia tidak memahaminya dengan benar.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi orang – orang yang mencintai kebenaran.
Di samping itu, sebagai hamba yang dhaif, mohon kiranya saran dan kritik tentang tulisan ini, demi kebaikan penulisan di masa – masa mendatang, Insya Allah. 

TERORISME PERUSAK AJARAN ISLAM


Oleh hamba yang dha’if : Realis Gea

بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون. اشهد ان لا اله الا الله و اشهد ان محمدا عبده و رسوله. اللهم صلى على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد. اما بعد:
Pada pandangan masyarakat non Muslim, Terorisme sangat identik dengan Islam. Sebab, pelakunya adalah orang (yang mengaku) Islam dan ajarannya pun serba ayat Al Quraan.  Mereka mengajak ke surga dengan jalan bunuh diri, padahal mereka tidak menyangka bahwa jalan jihad yang mereka tempuh sangat bertentangan dengan konsep Nabiyul Kariym, Muhammad SAW.

Dalam pandangan teroris, semua yang tidak mengaku bahwa ALLAH adalah Tuhan satu – satunya dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul-Nya, harus diperangi dan dibumi hanguskan. Karena mereka adalah kaum yang kafir dan penentang Allah Tuhan Yang Maha Tinggi, sebagaimana mereka serap dalam QS At-taubah.

Namun, benarkah yang mereka jalankan ini? Semasa hidup Rasulullah SAW, beliau pernah mengalami suatu penyiksaan dari Bani Thaif ketika hendak berhijrah ke sana. Beliau berharap penduduk Thaif menerimanya dan menerima ajarannya. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain. Ia kunci hati orang-orang Thaif itu agar mereka menolak Rasul-Nya dan mengusirnya dari tanah mereka dengan lemparan batu.

Malaikat gunung pun tidak memahami rencana besar Allah SWT ini, sehingga ia berseru kepada Rasulullah SAW agar diizinkan untuk melemparkan gunung yang dijaganya kepada bangsa durhaka itu. Namun, apa jawaban Rasulullah? “Tidak, wahai sahabat! Memang bangsa ini durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya di zaman ini, tapi kita tidak tahu jika anak keturunan mereka yang akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Mendengar jawaban dari Rasulullah ini, sang malaikat pun diam dan menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Nabi yang Mulia.

Pernahkah sang teroris mengalami hal ini? Jika pernah mengalaminya, kenapa tidak berlaku seperti kebijaksanaan sang panutan? Ajaran siapakah yang mereka ikuti sehingga bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW?  Pernahkah mereka mendoakan orang – orang yang mereka anggap durhaka itu agar mendapat hidayah dari Tuhannya?

Aksi jihad yang mereka jalani jelas seperti aksi jihad orang – orang yang tidak memiliki Tuhan. Mereka menyerang siapa saja bahkan orang – orang islam sendiri mereka sikat, bahkan di masjid mereka ledakkan. Inikah yang dimaksud sebagai jihad fiy sabiylillah? Siapakah guru mereka? Bahkan jelas sekali jika ada orang yang menyerang orang muslim maka yang demikian itulah yang harus diperangi dan dibumi hanguskan.

Demikian pula dengan cara mereka beraksi dengan meledakkan bom bunuh diri. Bahkan Al Quraan sangat jelas menolak aksi durhaka ini. Perhatikan Firman Allah Ta’ala berikut ini :

……... Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. 4:29-30)

Pelaku bunuh diri ini, diancam oleh Allah dengan Neraka. Maka, surga apa yang mereka janjikan? Ajaran mereka adalah dusta, menyesatkan setiap manusia yang hendak mengikuti jejak mereka.  

Islam agama yang haq tidaklah mengajarkan manusia untuk berlaku sadis tanpa alasan. Islam jelas menegaskan bahwa urusan hidayah itu adalah urusan Tuhan. Kita sebagai manusia bahkan nabi sekalipun tidak berhak untuk memberikan hidayah kepada siapa pun kecuali dengan izin Tuhan. Tugas kita hanya menyeru mereka dengan lemah lembut dan penuh toleransi. Setelah itu, hasil dari upaya kita tersebut serahkan kepada Tuhan dalam doa. Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini  :

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)

Anda”terorism”  tidak disuruh untuk menakut – nakuti mereka yang beriman, apalagi yang belum beriman kepada Allah yang Esa dan Rasulnya Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya :

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. 3:159)

Dan anda pun tidak disuruh untuk memaksa mereka masuk agama Islam :

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)

Jadi, Sang Terorism tidak perlu sibuk – sibuk membuat kerusakan di muka bumi ini dengan alasan “dakwah” dan “perang suci”, semua itu adalah omong kosong dan watak pengecut, sedangkan islam bukan agama omong kosong dan bukan pula agama pengecut. Islam telah mengakar dan tidak perlu anda melelahkan diri untuk merusak ajarannya. Islam telah tegak kokoh dan tidak sanggup anda untuk merobohkannya. Orang yang ingkar kepada Taghut (sesembahan selain Allah SWT) serta yang beriman kepada Allah itulah yang sesungguhnya berpegang pada jalan yang tidak pernah putus dari Rahmad Allah SWT.

Saudara-saudara yang hendak mereka sesatkan, kiranya cepat –cepat sadar dan kembali ke ajaran Islam yang benar, dan ingkarilah apa – apa yang mereka anggap sebagai jalan ke surga, karena surga bagi mereka adalah neraka dan neraka bagi mereka adalah surga.

Semoga tulisan ini bermanfaat, mohon kritik dan saran yang membangun.
و الله الموفق الى اقوام الطارق – و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته.

Minggu, 16 Oktober 2011

NIAS UTARA IMPIAN


Program pembangunan yang dilancarkan Bupati Nias Utara Bapak Edward Zega, B.Sc sebagaimana dilansir : www.nias-bangkit.com/2011/07/edward-zega-nias-utara-yang-beriman-mandiri-dan-sejahtera/ pada tanggal 30 Juli 2011, diorientasikan dalam tiga program menurut waktunya, yaitu : 
1. Pembangunan Jangka Pendek,
2. Pembangunan Jangka Menengah , dan
3. Pembangunan Jangka Panjang.
Kita harapkan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat lebih – lebih masyarakat yang berpencaharian lemah.

Memperhatikan kondisi Nias Utara yang saat ini masih berumur 3 (tiga) tahun sangatlah masuk akal jika upaya membangunnya sungguh sangat menguras tenaga dan pemikiran. Pejabat yang diangkat harus benar – benar terseleksi khususnya dalam hal moralitas menghadapi keuangan.

Masyarakat Nias Utara dan siapa pun yang memiliki hati nurani sangat kecewa jika keuangan yang seharusnya digunakan untuk pembangunan sedikit demi sedikit memasuki kantong “haus” para tikus – tikus kelaparan di musim panen. Mental – mental kerdil seperti ini harus diberantas dengan segera, tanpa membiarkan akar – akarnya masih berjalan.

Kwantitas dan kelancangan tikus – tikus ini dapat ditekan melalui kebijaksanaan dan ketegasan Bupati yang didampingi oleh Wakilnya dalam melakukan evaluasi dan tindak lanjut kegiatan para kaki-tangannya. Bupati dan Wakilnya dituntut secara moral untuk mewujudkan impian masyarakat Nias Utara yang diutarakan dalam Visi Bupati dan Wabup: “Nias Utara yang beriman, sejahtera dan mandiri”.

Selaku masyarakat Nias Utara, opini kami tentang visi ini, dapat kita simak sebagaimana uraian berikut ini :
Mewujudkan masyarakat yang beriman, tidak hanya dalam bentuk luar yang tampak indah, melainkan seluruh aspek bisikan hati, ucapan dan tindakan saling bersesuaian, sehingga energi spiritual masyarakat tampak dan tidak hanya berupa bayangan semu. Upaya menggapai tingkat kesempurnaan ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan keagaamaan secara detail dan mendalam, sehingga ucapan – ucapan ilahiah yang terkandung di dalam kitab suci tidak disimpangkan dalam pengaplikasiannya melalui tindakan masing – masing pribadi atau kelompok umat.

Para tokoh agama yang berhubungan langsung dengan masyarakat di bidang pencerahan iman, hendaknya diberdayakan dan sekaligus dievaluasi apakah sudah sesuai dengan Visi Kitab Suci yang benar. Kita sungguh tidak meremehkan kemampuan para ahli keagamaan dalam menyampaikan visi Tuhan, akan tetapi sebagai manusia yang tidak luput dari kelemahan dan kekhilafan, sangat membutuhkan perhatian yang berbentuk evaluasi pada kinerja dan pelaksanaannya serta pembuktian riil di lapangan.

Demikian juga dalam upaya mencapai kesejahteraan masyarakat, tidak hanya dilakukan dan diperhatikan dalam lembaran – lembaran laporan yang menumpuk di meja kerja sang Bupati, melainkan sudi turun ke lapangan menjenguk warganya sambil mengecek kondisi yang dialami mereka secara nyata, apakah sesuai dengan tulisan – tulisan yang tergores di lembaran – lembaran kertas laporan para pembantu - pembantunya.

Bantuan – bantuan yang disalurkan juga diperhatikan. Hendaknya bantuan – bantuan itu, tidak dalam bentuk “hasil” melainkan berbentuk “alat”; sebagaimana ungkapan yang menyatakan : “jangan berikan mereka ikan, tapi berikanlah mereka pancing”. Memberikan “ikan” hanya dapat dinikmati dalam waktu seketika, sedangkan memberikan mereka “pancing” mereka dapat menikmati “ikan” kapan saja mereka mau, sepanjang “pancing” itu terpelihara.

Mengenai penetapan sasaran bantuan kebanyakan yang menjadi sasaran adalah orang – orang yang seharusnya tidak layak menerimanya. Para pendata – pendata yang ditugaskan kadang – kadang tidak bekerja maksimal; tidak jarang data – data itu diperoleh dari sambungan telepon genggam. Sedangkan mereka yang tidak tampak di permukaan karena terlalu papa atau jauh dari jangkauan karena tempat tinggal yang jauh dari jalan raya, seringkali dilupakan dan tidak dihiraukan. Padahal mereka juga termasuk tanggung jawab kita yang paling utama. Maka, dalam hal ini sangat dibutuhkan kerja keras sang Pemimpin dalam mengetahui semua ini.

Di masyarakat Nias Utara sangat banyak masyarakat penyadang masalah kesejahteraan atau di bahasa pemerintahannya disebut masyarakat penyandang masalah sosial, seperti : Kemiskinan, Keterlantaran, Kecacatan, Keterpencilan, Ketunaan Sosial dan Penyimpangan Perilaku, Korban Tindak Kekerasan, Eksploitasi dan diskriminasi. Semua masalah ini adalah suatu problem yang harus diatasi untuk mencapai suatu kesejahteraan sosial.

Kemudian pada upaya mewujudkan kemandirian Nias Utara, terbagi dalam beberapa hal :
1.      Kemandirian Ekonomi
2.      Kemandirian Mental
3.      Kemandirian Berbudaya

Pertama : Nias Utara yang mandiri di bidang Ekonomi. Kemandirian ekonomi terbagi atas dua bagian yaitu :
1.      Kemandirian ekonomi masyarakat adalah masyarakat yang sudah mampu menciptakan lapangan kerjanya sendiri, sehingga dapat mensejahterakan kehidupannya dan tidak bergantung lagi pada “belas kasih” pihak lain. Mereka sudah tidak lagi terikat hutang, kredit, dan atau sistim ijon yang sangat merugikan diri mereka sendiri.

Pemerintah berkewajiban untuk menumbuhkan kemandirian masyarakatnya sendiri, sehingga mereka dapat mencapai kehidupan yang layak serta bermanfaat bagi perkembangan dan kemajuan suatu daerah.

2.      Kemandirian Ekonomi Daerah adalah meningkatnya pendapatan daerah yang didapatkan dari usaha – usaha yang dikembangkan oleh pemerintah, seperti Badan Usaha Milik Daerah, Pajak, Pariwisata dan sumber – sumber lain yang menambah anggaran pendapatan daerah, sehingga dapat membiayai daerahnya sendiri, tanpa mengharapkan bantuan dari pihak lain kecuali dana yang memang ditujukan untuk daerah, seperti pembangunan jalan nasional dari pusat dan pembangunan jalan provinsi dari dana anggaran provinsi.

Kedua : Masyarakat yang mandiri di bidang mental. Kemandirian mental masyarakat terbagi dalam dua bagian yaitu :
1.      Kemandirian mental spiritual adalah masyarakat yang sudah mampu menuntun dirinya sendiri untuk mencapai kesempurnaan dalam mendekatkan dirinya kepada Tuhan, tanpa adanya efek lain seperti ingin dipuji atau ingin diakui sebagai orang beriman. Mereka melakukan segala peribadatan berdasarkan dorongan “ketulusan” dan bukan karena malu, karena dianggap orang sebagai orang yang tidak taat, dan lain – lain yang sejenis dengan hal – hal spiritual.
2.      Kemandirian mental intelektual adalah masyarakat yang taraf intelektualnya bukan hasil pekerjaan orang lain. Seringkali kita menemukan kenihilan ilmu yang dimiliki oleh seorang pelajar sesuai dengan jenjang pendidikan yang diraihnya. Mereka hanya memperoleh ijazah oleh karena kebijaksanaan sekolah atau instansi pendidikan yang “kucing – kucingan” membantu mereka. Sasaran pembangunan di bidang ini adalah pembinaan instansi – instansi penyelenggara pendidikan agar anak didik yang belum pantas menyandang “kelulusan” hendaknya jangan dibiarkan lewat. Sekolah – sekolah kadang kala bertindak kurang sehat hanya demi mempertahankan “pamor” sekolah dengan predikat LULUS 100%, padahal jika dinilai secara teliti, tingkat kelulusan hanya mencapai sekian persen saja. Di sini pelu pendampingan, arahan, dan monitoring terhadap sekolah – sekolah yang berlaku kurang sportif ini, agar membenahi strategi mereka dan bukan justru menjerumuskan generasi penerus bangsa.

Ketiga : Masyarakat yang mandiri di bidang Budaya, adalah masyarakat yang bangga terhadap budaya daerahnya sendiri dan tidak “minder” untuk menampilkannya kepada pihak lain.

Sebagai Daerah yang mempunyai asal usul dan memiliki jati diri, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk mempertahankan identitas kita sebagai putra-putri Nias Utara. Kita tidak boleh dan tidak pantas untuk melupakan budaya.

Sesuai dengan perkembangan zaman, memang ada sebagian budaya yang harus disesuaikan sesuai zamannya, agar tidak terkesan primitif dan ketinggalan zaman. Namun, perbaikan – perbaikan itu, tentu memperhatikan kekhasannya agar tampak asli sekalipun dalam modifikasi. Proses modifikasi yang tetap mempertahankan keaslian inilah yang dibutuhkan saat ini dalam rangka mempertahankan kebudayaan kita.

Dalam mencapai hal ini, maka peran pemerintah untuk turut serta memfasilitasi, mendampingi serta melindungi sangatlah dibutuhkan. Para tokoh adat, pemuka – pemuka masyarakat yang masih hafal dan paham tentang budaya kita hendaknya difasilitasi untuk dapat mewarisi segala kemampuan mereka kepada generasi – generasi berikutnya. Sehingga pemuda – pemuda yang merupakan calon dari pemangku budaya, tidak kebingungan sehingga dibuat asal – asalan sesuai dengan akal masing – masing ketika berhadapan tentang soal ini.

Akhirnya, tutur kata yang menjadi pamungkas adalah : “Kemajuan dan Kemunduran Nias Utara berada dipundakmu wahai sang Pemimpin. Jasamu yang baik yang engkau lakukan di waktu yang singkat akan dikenang sepanjang masa; tapi ulahmu yang buruk yang engkau lakukan di waktu singkat ini akan dikenang hingga tiada batas”.

Demikian, Semoga Bermanfaat!!!

Beo Nias Jadi Maskot


Maskot Porseni BPD
MEDAN-Pada Porseni IX BPD se-Indonesia 2011 yang diselenggarakan di Sumut dan Bank Sumut sebagai tuan rumah, ternyata memiliki misi mulia. Misi ini berupa melestarikan satwa langka Beo Nias. Untuk itu Beo Nias ini pun dipakai sebagai mascot dan untuk memvisualisasikan perhelatan tingkat nasional tersebut.
Direktur Umum PT Bank Sumut M Yahya yang pada kegiatan ini sebagai ketua panitia kegiatan menjelaskan, Beo Nias ini merupakan burung khas dari Sumut yang sudah sangat langka dan mempunyai habitat asli di pulau Nias. “Beo Nias ini memiliki suara nyaring dan apabila dilatih nanti dapat berbicara. Dan dengan penggunaan maskot Beo Nias ini diharapkan bisa membantu melestarikannya,” jelasnya, Rabu (21/9).
Pakaian yang dikenakan Beo Nias ini sebagai mascot adalah pakaian khas Melayu yang menggambarkan tempat dilaksanakannya Porseni tersebut di Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumut yang tengah berbenah diri di segala bidang menuju kota Metropolitan.
Posisi badan Beo Nias yang melambaikan tangan menggambarkan keramahan masyarakat Sumut dalam menyambut setiap tamu yang datang berkunjung ke daerah-daerah di Sumut yang kaya dengan keberagaman etnis, adat, budaya dan suasana yang kondusif.
Sementara itu, tulisan Pekan Olahraga dan Seni IX BPDSI 2011 menunjukkan kegiatan olahraga dan seni yang dilaksanakan dengan kepercayaan yang diemban Bank Sumut sebagai tuan rumah.
Diharapkan Bank Sumut menjadi tuan rumah yang baik untuk menyambut semua kontingen yang akan bertanding agar merasa betah selama mengikuti seluruh kegiatan. (saz)
(dikutip dari : www.hariansumutpos.com; 22 September 2011)

Sejumlah Guru Tidak Tahu Nomor Dekrit Presiden

Sabtu, 15/10/2011, 08:31 WIB

ilustrasi/internet (berita8.com)
Tidak seorang pun guru yang bisa menjawab dengan benar nomor dekrit presiden yang diterbitkan Presiden Soekarno pada 1959, meskipun dengan iming-iming bonus.

Anggota MPR RI Sunmandjaja Rukmandis menanyakan hal tersebut kepada sekitar 150 guru yang menjadi peserta sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapn MPR RI, di Kantor Pemerintah Kota Gunung Sitoli, Sumatra Utara, Jumat (14/10).

"Siapa yang bisa menjawab dengan benar saya beri bonus Rp150.000," kata Sunmandjaja saat memberikan materi sosialisasi.

Namun, tidak seorang pun peserta sosialisasi yang bisa menjawabnya, meskipun Sunmandaja sampai beberapa kali mengulangi pertanyaannya.

Pada kesempatan itu, Sunmandjaja menyampaikan materinya dengan pola dialogis, yakni memberikan penjelasan sekaligus melontarkan pertanyaan-pertanyaan secara interaktif.

Dia antara lain menanyakan nomor berapa dekrit presiden yang diterbitkan Presiden Soekarno pada 1959.

Karena tidak ada seorang pun peserta sosialisasi yang bisa menjawabnya, ia pun menjelaskan bahwa dekrit presiden tersebut bernomor 150, yang isinya mengembalikan landasan konstitusional Indonesia kepada UUD 1945.

Sebagai pemateri keempat, Sunmandjaja menyampaikan materi perihal MPR serta ketetapan (Tap MPR) yang masih berlaku dan yang sudah berlaku.

Selain Sunmandjaja Rukmandis (Fraksi PKS MPR RI), pemateri lainnya adalah Yasona Laoli (Fraksi PDIP MPR RI), Erik Satriya Wardhana (Fraksi Hanura MPR RI), dan Dani Anwar (Kelompok DPD di MPR RI).

Pada kesempatan itu, politisi PKS ini menjelaskan perihal Tap MPR RI terutama terbitnya Tap MPR RI No 1 tahun 2003 yang substansi isinya memilah-milah sebanyak 139 Tap MPRS dan Tap MPR sejak tahun 1960 hingga tahun 2002 menjadi enam pasal berdasarkan materi dan status hukumnya.

Anggota MPR RI memberikan sosialisasi kepada guru dan aktivis ormas selama dua hari, pada Jumat (14/10) dan Sabtu (15/10) di Kota Gunung Sitoli, Sumatra Utara. (ans/aef)

(dikutip dari berita8.com)

Rabu, 12 Oktober 2011

PRIBADI YANG TANGGUH


Ketika telah selesai perang Badar, dan Kaum Muslimin meraih kemenangan dari musuh, para sahabat yang turut berperang, salah satu dari mereka mengajukan pertanyaan kepada Nabi SAW, lebih kurang begini : “Yaa Rasulullah, kita sangat lelah dalam perang ini, dan kami kira inilah perang yang paling besar” Lantas Rasulullah SAW menjawab : “Tidak, ini masih perang kecil”. Para sahabat terkejut mendengarkan jawaban aneh ini dari sang Nabiyullah. Dalam keterkejutan mereka, lalu salah seorang bertanya : “Lalu perang apa yang lebih besar dari ini, padahal perang ini telah mengorbankan banyak jiwa baik dari pihak kita maupun pihak musuh?”. Rasulullah SAW menjawab dengan singkat, padat dan jelas : “Perang melawan hawa nafsu”. (hadits masyhur).

Hawa nafsu adalah musuh terbesar manusia, dan musuh terbesar ini berada di dalam dirinya sendiri, bak perumpamaan leluhur kita : “musuh di dalam selimut”. Sang musuh setiap detik mengintai kelemahan kita, baik sedang tidur maupun sedang jaga. Sedangkan kita hanya dapat mengintainya ketika kita sedang jaga -dan kadang kala pun kita sering lengah menghadapi godaannya-.

Penyebab bangkitnya musuh ini menguasai sang insan juga sangat rentan, yaitu : pintu amarah (emosional) yang terletak pada “ego” manusia, dan pintu keinginan yang terletak di perut dan kemaluan. Tiga tempat ini adalah pintu utama andalannya dalam melakukan serangan, sehingga jika seseorang telah sampai ke level “khilaf” maka kejahatan pun terjadilah.

Musuh ini paling disukai oleh Iblis dan konco-konconya dalam melancarkan aksinya menjerumuskan manusia.Tingkat emosional yang tidak terkendali adalah suatu tontonan bagi setan ketika manusia melakukannya. Emosional ini ada berbagai macam ragam, seperti :
1.      Sifat tergesa – gesa. Apabila manusia telah menetapkan target yang harus dicapai, maka berbagai jalan ia lalui tanpa perhitungan lagi, sehingga hasil dari perjuangannya berujung pada nilai “NIHIL”. Sifat tergesa – gesa ini dapat ditumpas dengan sifat sabar dan ketenangan sikap.
2.      Sifat Ingin diperhatikan (Riya’/Pamer). Manusia yang terkena penyakit ini, bak ayam jago yang sedang mengincar ayam betina. Berbagai – bagai cara yang terpuji ia lakukan untuk menampakkan keunggulannya di khalayak umum, sementara ketika dalam kesendiriannya, ia sama sekali tidak pernah melakukannya. Sifat ini hanya dapat dihilangkan dengan “istiqamah” artinya, berbuat kebaikan secara terus menerus, baik dalam keadaan sendiri maupun dalam keadaan ramai.
3.      Sifat Sombong. Penyakit yang satu ini berasal dari sifat ujub (sifat kagum pada dirinya sendiri). Kesombongan menurut Rasulullah SAW adalah : “sifat menolak kebenaran dan melecehkan orang lain”. Kesombongan seseorang sangat berbahaya bagi kehidupan spiritualnya sendiri, sehingga jika tidak diberantas maka lama kelamaan hatinya menjadi mati. Penyakit ini dapat diobati dengan sifat “TAWADHU”. Artinya menganggap dirinya lemah dan yang hebat itu hanyalah ALLAH saja.
4.      Sifat iri dan dengki. Penyakit ini di samping membahayakan dirinya sendiri, juga dapat membahayakan orang lain yang menjadi objeknya. Sifat ini tidak pernah suka jika ia melihat orang lain dalam keadaan senang, sedangkan ketika orang lain dalam keadaan menderita maka ia bersuka ria. Penyakit ini dapat diobati dengan “SYUKUR”.

Adapun musuh yang terletak di perut adalah :
1.      Tamak / Rakus. Ketamakan dan Kerakusan dapat menuntun manusia memasuki tindak kejahatan MENGHALALKAN yang HARAM, merampas hak orang lain dan memakan sesuatu yang bukan haknya. Orang yang melakukan perbuatan ini akan diganjar oleh Allah SWT di hari penghakiman dengan ganjaran yang berat, yaitu : mereka berjalan dengan perut terburai hingga ke tanah dan kemudian dimasukkan ke dalam neraka. Penyakit ini hanya dapat diobati dengan “PUASA”.
2.      Kedudukan. Kedudukan adalah rebutan setiap manusia, mulai dari kedudukan sebagai tokoh masyarakat hingga ke kedudukan sebagai kepala negara. Musuh yang satu ini jika tidak dapat ditempatkan pada tempatnya, maka segala cara pun ia halalkan untuk meraihnya. Ciri – ciri mereka adalah : meminta untuk menjadi ini dan itu. Sedangkan kedudukan yang paling baik adalah : jika orang lain menghendakinya untuk menduduki kedudukan itu, tanpa transaksi sogok atau berbagai rayuan – rayuan gombal yang tak kunjung terealisasi. Penyalah gunaan kedudukan ini akan ditagih pertanggungan jawab di hari akhir oleh Allah kepada mereka dengan mengajukan pertanyaan : “Bagaimana tanggung jawabmu tentang kedudukanmu di dunia”. Penyakit ini dapat diobati dengan “TAWAKKAL” kepada Allah, dan MENSYUKURI apa yang telah diterima.

Sedangkan musuh yang terletak di kemaluan adalah :
Keinginan terhadap lawan jenis. Hasrat terhadap lawan jenis ini, jika tidak pada tempatnya, maka akan menghasilkan bencana di suatu negeri yang tidak berniat untuk memberantasnya. Allah SWT memberikan jalan keluar untuk dapat mengekangnya dan menempatkannya pada tempat yang AMAN adalah dengan jalan PERNIKAHAN. Sedangkan bagi orang yang tidak mampu, maka hendaklah ia BERPUASA.

Ketika manusia telah sanggup mengalahkan musuh – musuh ini hingga akhir hayatnya, maka inilah yang disebut dengan manusia yang TANGGUH. Oleh karena itu, ketangguhan dan kehebatan seseorang bukan terletak pada kegagahan otot, tetapi terletak pada kekuatan melawan hawa nafsu. Orang yang memperturutkan hawa nafsu itulah yang sesungguhnya lemah, karena hidupmya diperbudak oleh hawa nafsunya sendiri.
Semoga kita termasuk dalam golongan manusia yang TANGGUH dan bukan golongan manusia yang DIPERBUDAK oleh hawa nafsu.

Kita memohon pertolongan kepada Allah untuk meraihnya :
ربنا آتنا فى الدنيا حسنة و فى الآخرة حسنة و قنا عذابا النار.
اللهم ربنا ارنا الحق حقا و ارزقنا تباعه و ارنا البطل بطلا و ارزقنا اجتنابه.

Catatan :
Penulis sangat mengharapkan sumbangan berupa kritik dan saran yang membangun demi kebaikan tulisan ini. Kritik dan saran yang diiringi dengan SOLUSI akan diabadikan di dalam blog ini. Terima kasih.