Wellcome

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI REALIS GEA
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. 49 : 13]"

Selasa, 03 April 2012

LETAK SURGA DAN NERAKA

Alam Semesta ini terdiri atas 7 langit dan 7 bumi, dan yang paling tidak terjangkau adalah Sidratul Muntaha, yang hanya Allah SWT yang lebih mengetahuinya.

Allah SWT berfirman mengenai 7 langit dan 7 bumi, sebagaimana artinya berikut ini :

1.    Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (QS. 41:12)

2.    Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 2:29)

3.    Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. 65:12)

4.    Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS. 67:3)

5.    Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? (QS. 71:15)

6.    dan Kami bina di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), … (QS. 78:12-13)

Tentang Sidratul Muntaha, Allah SWT berfirman :

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha, Di dekatnya ada syurga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. (QS. 53:13-16)

Dari pernyataan ayat-ayat ini, kita dapat mengetahui letak surga dan neraka itu, dengan meninjau berdasarkan dimensi-dimensi yang tersusun.

Langit  Pertama (berdimensi 3) :

Langit yang pertama dihuni oleh manusia, hewan, dan tumbuhan, serta benda-benda langit seperti bintang, planet, galaksi, supercluster dan lain sebagainya. Pada dimensi ketiga ini, di sinilah Allah SWT meletakkan Bumi, Ruh Nabi Adam, Sistem Tata Surya, dan Bima Sakti.

Langit Kedua (berdimensi 4) :

Langit kedua dihuni oleh bangsa jin. Mereka memiliki dimensi 4. Alamnya sebenarnya berdampingan dengan kita, akan tetapi tidak bersentuhan, karena memang dimensinya berbeda. Perbandingannya bagaikan 'Dunia Bayangan' yang 2 dimensi dan hidup di permukaan tembok, dengan 'Dunia Manusia' yang berdimensi
3, hidup di dalam ruangan. Kedua dunia itu hidup berdampingan tetapi tidak bercampur aduk.

Menurut keterangan dari Rasulullah SAW, di langit kedua inilah ia bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya Alaihimassalam. Dalam keterangan itu, Nabi tidak menjelaskan apakah Nabi Isa beserta ruh dan jasadnya atau hanya ruhnya saja.

Langit Ketiga (berdimensi 5), di sini Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS.

Langit Keempat (berdimensi 6), di sini Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris AS.

Langit Kelima (berdimensi 7), di sini Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS.

Langit Keenam (berdimensi 8), di sini Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS.

Langit Ketujuh (berdimensi 9), di sini Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS.

(langit ketiga hingga ke langit yang ke tujuh ini semuanya di huni oleh jiwa – jiwa manusia yang telah meninggal, kecuali ruh-ruh yang ditentukan Allah berada di langit pertama dan kedua dalam rangka masa penantian hari akhir)

Langit yang ke tujuh adalah langit tertinggi, yang berdimensi 9. Di langit inilah terdapat Surga dan Neraka. Ketika berada di Sidratil Muntaha, di langit ke tujuh, Rasulullah pernah melihat Surga. Hal ini diceritakan di ayat QS. 53:13-16, sebagaimana kami tuliskan di atas.

Manusia seperti Rasulullah SAW dapat menjangkau hingga ke langit ke tujuh dengan disingkapkannya oleh Allah SWT dimensi-dimensi yang membatasi jiwa dan raga hamba-Nya itu.
 
Arasy Allah berada di tingkat tak terjangkau ini atau yang disebut sebagai sidratul muntaha. Nah, ilmu Allah SWT meliputi seluruh Alam semesta ini, sehingga tidak ada pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.
 
Akhir kata, jika ada pernyataan – pernyataan yang salah dalam tulisan ini, itu semata-mata berasal dari diri saya sendiri sebagai hamba yang dha’if. Oleh karena itu, mohon penyempurnaannya dari saudara – saudara Muslim yang lain.
 
Wallahul a’lam bish-shawab.

“Disadur dari Artikel Firliana Putri, Daarut-Tauhid” : http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com/msg00229.html”.