Wellcome

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI REALIS GEA
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. 49 : 13]"

Sabtu, 22 Februari 2014

SIAPA YANG DIMAKSUD OLEH YESAYA PASAL 53?



Oleh : Realis Gea

1  Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
2  Sebagai taruk[1] ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
3  Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
4  Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
5  Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
6  Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
7  Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
8  Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
9  Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
10  Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
11  Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
12  Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Sosok yang ditampilkan dalam nubuat itu, mengandung ciri-ciri sebagai berikut :
1.         Taruk yang tumbuh di hadapan Tuhan, tunas dari tanah yang kering;
2.         Tidak tampan dan tidak bersemarak[2] (kurang menarik untuk dipandang);
3.         Hidupnya penuh penderitaan
4.         Tidak berbuat kekerasan;
5.         Tidak ada tipu dalam mulutnya;
6.         Ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
Dari ciri-ciri di atas, keseluruhan orang Kristen meyakini bahwa nubuat tersebut ditujukan kepada Yesus yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, apalagi didukung oleh perjanjian baru yang tercatat sebagai berikut :
1.         Matius 8 : 16-17
16  Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
17  Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
2.         Kisah para rasul 8 : 32-35
32  Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya.
33  Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.
34  Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?"
35  Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
3.         Roma 10
16  Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?"
Tapi, sayang beribu kali sayang, kutipan itu tidak sepenuhnya dikutip dari maksud Yesaya 53 itu, mereka hanya mengutip potongan-potongannya, bahkan ada bunyi kutipan yang tidak sama dengan sumbernya, seperti yang saya warnai dengan warna merah dan biru di atas.
Baiklah, saya tidak membahas tentang perbedaan bunyi kutipan itu di sini, karena saya hanya ingin fokus pada “siapa” yang cocok 100% dengan nubuat Yesaya 53 itu, karena setiap nubuat yang benar, harus cocok dengan yang menggenapinya 100%, baru dapat diakui sebagai nubuatan yang benar.
Apakah Yesus sanggup menggenapinya atau justru tidak ada satupun tokoh perjanjian baru yang cocok 100%? Mari kita lihat :
Jika memang benar, bahwa Yesus yang dimaksudkan nubuat itu, maka Yesus :
a.    Merupakan tunas (שרש)(syeresy’) dari tanah yang kering (ציה)(tsiyah);
Tapi kenyataannya, Yesus dilahirkan oleh wanita yang subur (פורה)(purah) lagi perawan (בתולה)(bathulah) yaitu : Maria. Bagaimana mungkin Maria dapat dianggap sebagai “tanah kering”, sementara ia dapat mengandung tanpa dicampuri oleh seorang laki-laki. Maria benar-benar “tanah subur”, dan bukan “tanah kering”.

“tanah kering” ini lebih cocok kepada Elisabet, ibu Yohanes Pembaptis.
Perhatikan keterangan Lukas berikut ini :
“Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul (עקר)(‘aqar) dan keduanya telah lanjut umurnya” (Lukas 1:7)

b.    Tidak tampan (לא תאר) (Lo To-ar) dan tidak bersemarak (לא הדר) (Lo Hadar) (kurang menarik untuk dipandang)
Saya tidak mendapat keterangan dari perjanjian baru, bahwa Yesus memiliki wajah jelek atau pun tampan, sehingga saya tidak bisa menentukan apakah Yesus berwajah jelek seperti yang dinubuatkan Yesaya itu atau justru berwajah rupawan.

Jika Yesus berwajah rupawan, maka beliau tidak masuk dalam kategori nubuatan ini.

c.    Menderita
Penderitaan yang digambarkan dalam nubuat tersebut, hampir rata-rata para nabi telah mengalaminya, seperti : dihina, dianiaya, dibawa ke pembantaian, diremukkan, dst.
Sebagaimana Yesus mengakuinya sendiri, tentang ratapannya di Yerusalem yang mengatakan :
34 Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota,
35  supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, orang benar itu, sampai kepada Zakharia anak Berekhya, yang kamu bunuh di antara tempat kudus dan mezbah.
36  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semuanya ini akan ditanggung angkatan ini!"
37  "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Dari ucapan Yesus di atas, kita ketahui bahwa para nabi sebelumnya, juga mengalami penderitaan.

Bahkan Yohanes Pembaptis pun dipancung tanpa ada perlawanan sama sekali, sebagaimana diceritakan dalam Matius 14 berikut ini:
6  Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,
7  sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
8  Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
9  Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
10  Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
11  dan kepala Yohanes itupun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.
12  Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.

Yang spesifik adalah : “bilur-bilur yang menjadi penyembuh”. Umat Kristiani menganggap bahwa Yesus juga menyembuhkan penyakit, sehingga cocok dengan beliau kalimat itu.

Mari kita telusuri :
Dalam bahasa Ibrani bilur-bilur adalah habbuurah (חבורה)  yang berasal dari kata habar (חבר) yang berarti “kekasih”.

Sehingga kalimat itu dapat diartikan menjadi : “dan oleh kasihnyalah kita menjadi sembuh”

Namun, lagi-lagi, bukan hanya Yesus saja yang memiliki kasih seperti beliau, melainkan para nabi lain pun juga penuh dengan kasih, khususnya di zaman perjanjian baru, Yohanes pembaptis juga dapat digolongkan dalam golongan ini.

d.    Tidak berbuat kekerasan
Benarkah Yesus tidak berbuat kekerasan? Ayo kita lihat :

PERTAMA : MEMBAWA PEDANG
Mat 10:34  "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
Luk 12:51  Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

KEDUA : MENGUSIR PEDAGANG DI BAIT ALLAH DENGAN CAMBUK
Mat 21:12  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
Mat 21:13  dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Mrk 11:15  Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerusalem. Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, mulailah Ia mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dibalikkan-Nya,
Mrk 11:16  dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
Mrk 11:17  Lalu Ia mengajar mereka, kata-Nya: "Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!"

Luk 19:45  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
Luk 19:46  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."

Yoh 2:15  Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
Yoh 2:16  Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."

PALING TIDAK, DALAM DUA KASUS TERSEBUT DI ATAS, YESUS PERNAH MELAKUKAN DAN MENJANJIKAN KEKERASAN; SEMENTARA NUBUAT YESAYA ITU MENGATAKAN “TIDAK PERNAH BERBUAT KEKERASAN”

e.    Tidak ada tipu dalam mulutnya
LUKAS 24
44  Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
45  Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46  Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

Saya belum pernah menemukan kalimat dalam kitab para nabi sebelum Yesus yang menyatakan bahwa : “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga”. Yesus mengakuinya bahwa kalimat seperti itu, TERTULIS dalam kitab para nabi.

Nah, jika tidak ada tipuan dalam mulutnya, tentu Yesus menyebutkan hal itu sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab para nabi. Dan carilah dalam seluruh kitab perjanjian lama tentang kalimat itu, niscaya anda gagal menemukannya.

Bahkan Yesuspun menganjurkan agar berlaku seperti ular dan seperti merpati :
Mat 10:16  "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Apakah anda tahu bagaimana kecerdikan ular? Lihatlah tipu dayanya dalam kitab kejadian berikut ini :
1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
2  Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3  tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."
4  Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
5  tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Dalam kisah tersebut, ular adalah makhluk terlicik, penuh tipu daya dan penyesatan, dan Yesus justru menyuruh para muridnya untuk “cerdik” seperti ular itu.

Artinya, CERDIK yang dia maksud adalah : TIPU DAYA DAN PENYESATAN,  seperti ULAR.

Oleh karena itu, Yesus juga pernah “menipu” dan menganjurkan untuk CERDIK seperti ULAR, dan hal itu tercatat sepanjang bible masih beredar dan dibaca orang.

f.     Ia akan melihat keturunannya (זרע)(zera’), umurnya akan lanjut (יום ארך)(youm arak), dan kehendak TUHAN (חפץ יהוה)(hepets Yahweh) akan terlaksana olehnya.

Ada yang menarik untuk dibahas dalam bagian ini, yaitu : keturunan.
Untuk lebih jelasnya, saya akan mengutip kembali ayat ini :
10  Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya (זרע), umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.

Zera’a (זרע) dalam bahasa Ibrani berarti : Bibit atau Sperma. Sehingga keturunan yang dimaksud dalam ayat itu adalah : anak yang berasal dari benih/bibit/sperma seorang laki-laki.

Artinya, tokoh yang dinubuatkan itu, memiliki keturunan yang berasal dari “sperma”nya sendiri, dan bukan secara istilah.

Ada yang mengatakan bahwa arti dari “keturunan” itu adalah “keturunan rohani”, sehingga maksudnya adalah : orang-orang yang percaya kepadanya atau pengikut-pengikutnya.

Saya tidak dapat membayangkan betapa arti dari kata “Zera’a” itu disimpangkan menjadi “keturunan rohani”, apakah mungkin ada “sperma rohani”? Sepanjang hidup saya, baru mendengarkan hal aneh itu.

Hal yang sama juga disebutkan dalam beberapa ayat dalam perjanjian lama sebagai berikut :
a.    Kej 3:15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu (זרע) dan keturunannya (זרע); keturunannya (הוא)(Hua) akan meremukkan kepalamu, dan engkau (אתה)(attah) akan meremukkan tumitnya."
MAKSUDNYA :
(Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara “keturunanmu dari spermamu (זרע)” dan “keturunannya dari spermanya (זרע)”; dia akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya)

b.    Kej 9:9  "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu (זרע)
MAKSUDNYA :
(sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan “keturunanmu dari spermamu (זרע)”)

c.    Kej 15:5  Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu (זרע)."
MAKSUDNYA :
(Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: Demikianlah banyaknya nanti “keturunanmu dari spermamu(זרע)”)

d.    Kej 21:12  Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak (נער)(na’ar)[3] dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu (זרע) ialah yang berasal dari Ishak.
MAKSUDNYA :
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham : Janganlah sebal hatimu karena hal “putra kecilmu”  dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut “keturunan dari spermamu” ialah yang berasal dari Ishak.

Kemudian dilanjutkan dengan ayat ini :
Kej 21:13  Tetapi keturunan (בן)(ben) dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu (זרע)."
MAKSUDNYA :
Tetapi “ben/bani” dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun “keturunanmu dari spermamu”

Semua kata Zero’a di atas itu, tidak ada yang berarti : “keturunan rohani”
Dan untuk meyakinkan anda, maka carilah di translate online ibrani-indonesia, maka anda akan menemukan :
a.    זרע              = bibit
b.    Sperma        = זרע
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita jika kita memasukkan Yesus dalam nubuat ini, karena umat Kristiani mengenal Yesus sebagai orang yang tidak memiliki anak kandung dan tidak memiliki istri.
Sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah :
LALU SIAPA SEBENARNYA YANG DIMAKSUD OLEH NUBUAT YESAYA 53 ITU?
Tidak ada jawaban selain dari pada dua kata yaitu : NUBUAT PALSU.
Saya sudah mencari tokoh-tokoh perjanjian baru, maka saya tidak menemukan satu pun yang persis seperti yang dinubuatkan itu.


[1] tunas tumbuhan (pohon, rumput); daun dan ranting (pucuk) yg tumbuh pd cabang dahan atau batang kayu
[2] Bersemarak adalah berseri atau bercahaya atau gilang gemilang
[3] Na’ar adalah : putra yang masih kecil (child/boy/young)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang santun dan membangun serta solusi terbaik dari apa yang anda anggap sebagai kekeliruan. Admin berhak untuk menghapus komentar yang tidak mengindahkan himbauan ini. Terima kasih.