Oleh
hamba yang dha’if : Realis Gea
بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله الذي ارسل
رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون. اشهد ان لا اله
الا الله و اشهد ان محمدا عبده و رسوله. اللهم صلى على سيدنا محمد و على آل سيدنا
محمد. اما بعد:
Pada
pandangan masyarakat non Muslim, Terorisme sangat identik dengan Islam. Sebab,
pelakunya adalah orang (yang mengaku) Islam dan ajarannya pun serba ayat Al
Quraan. Mereka mengajak ke surga dengan
jalan bunuh diri, padahal mereka tidak menyangka bahwa jalan jihad yang
mereka tempuh sangat bertentangan dengan konsep Nabiyul Kariym, Muhammad
SAW.
Dalam
pandangan teroris, semua yang tidak mengaku bahwa ALLAH adalah Tuhan satu –
satunya dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul-Nya, harus diperangi dan dibumi
hanguskan. Karena mereka adalah kaum yang kafir dan penentang Allah Tuhan Yang
Maha Tinggi, sebagaimana mereka serap dalam QS At-taubah.
Namun,
benarkah yang mereka jalankan ini? Semasa hidup Rasulullah SAW, beliau pernah
mengalami suatu penyiksaan dari Bani Thaif ketika hendak berhijrah
ke sana. Beliau berharap penduduk Thaif menerimanya dan menerima
ajarannya. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain. Ia kunci hati orang-orang Thaif
itu agar mereka menolak Rasul-Nya dan mengusirnya dari tanah mereka dengan
lemparan batu.
Malaikat
gunung pun tidak memahami rencana besar Allah SWT ini, sehingga ia berseru
kepada Rasulullah SAW agar diizinkan untuk melemparkan gunung yang dijaganya kepada
bangsa durhaka itu. Namun, apa jawaban Rasulullah? “Tidak, wahai sahabat! Memang
bangsa ini durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya di zaman ini, tapi kita tidak
tahu jika anak keturunan mereka yang akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”.
Mendengar jawaban dari Rasulullah ini, sang malaikat pun diam dan menyerahkan
urusan sepenuhnya kepada Nabi yang Mulia.
Pernahkah
sang teroris mengalami hal ini? Jika pernah mengalaminya, kenapa tidak berlaku
seperti kebijaksanaan sang panutan? Ajaran siapakah yang mereka ikuti sehingga
bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW? Pernahkah mereka mendoakan orang – orang yang
mereka anggap durhaka itu agar mendapat hidayah dari Tuhannya?
Aksi
jihad yang mereka jalani jelas seperti aksi jihad orang – orang yang tidak
memiliki Tuhan. Mereka menyerang siapa saja bahkan orang – orang islam sendiri
mereka sikat, bahkan di masjid mereka ledakkan. Inikah yang dimaksud sebagai jihad
fiy sabiylillah? Siapakah guru mereka? Bahkan jelas sekali jika ada orang
yang menyerang orang muslim maka yang demikian itulah yang harus diperangi dan
dibumi hanguskan.
Demikian
pula dengan cara mereka beraksi dengan meledakkan bom bunuh diri. Bahkan Al
Quraan sangat jelas menolak aksi durhaka ini. Perhatikan Firman Allah Ta’ala
berikut ini :
……... Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah
adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan
melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka.
Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. 4:29-30)
Pelaku bunuh diri ini, diancam oleh Allah dengan Neraka. Maka,
surga apa yang mereka janjikan? Ajaran mereka adalah dusta, menyesatkan setiap
manusia yang hendak mengikuti jejak mereka.
Islam agama yang haq tidaklah mengajarkan manusia untuk berlaku
sadis tanpa alasan. Islam jelas menegaskan bahwa urusan hidayah itu adalah
urusan Tuhan. Kita sebagai manusia bahkan nabi sekalipun tidak berhak untuk
memberikan hidayah kepada siapa pun kecuali dengan izin Tuhan. Tugas kita hanya
menyeru mereka dengan lemah lembut dan penuh toleransi. Setelah itu, hasil dari
upaya kita tersebut serahkan kepada Tuhan dalam doa. Perhatikan Firman Allah
SWT berikut ini :
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.
16:125)
Anda”terorism” tidak
disuruh untuk menakut – nakuti mereka yang beriman, apalagi yang belum beriman
kepada Allah yang Esa dan Rasulnya Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya :
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah
mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka,
mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan
itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
(QS. 3:159)
Dan anda pun tidak disuruh untuk memaksa mereka masuk agama Islam
:
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa
yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak
akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)
Jadi, Sang Terorism tidak perlu sibuk – sibuk membuat kerusakan di
muka bumi ini dengan alasan “dakwah” dan “perang suci”, semua itu adalah omong
kosong dan watak pengecut, sedangkan islam bukan agama omong kosong dan bukan
pula agama pengecut. Islam telah mengakar dan tidak perlu anda melelahkan diri untuk
merusak ajarannya. Islam telah tegak kokoh dan tidak sanggup anda untuk
merobohkannya. Orang yang ingkar kepada Taghut (sesembahan selain Allah SWT)
serta yang beriman kepada Allah itulah yang sesungguhnya berpegang pada jalan
yang tidak pernah putus dari Rahmad Allah SWT.
Saudara-saudara yang hendak mereka sesatkan, kiranya cepat –cepat sadar
dan kembali ke ajaran Islam yang benar, dan ingkarilah apa – apa yang mereka
anggap sebagai jalan ke surga, karena surga bagi mereka adalah neraka dan
neraka bagi mereka adalah surga.
Semoga tulisan ini bermanfaat, mohon kritik dan saran yang
membangun.
و الله الموفق الى
اقوام الطارق – و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته.
Gitu, ya. Jadi teroris itu bukan Islam? tapi kok ngaku - ngaku Islam? Aneh juga ya? mungkin mereka - mereka inilah perusak agama dan pengacau umat di bumi. Terima Kasih atas pencerahannya, semoga Islam makin Jaya. Amin
BalasHapusSama-sama, saudaraku...
Hapusdoa saudara adalah do'a kita semua...
Islam telah jaya...dan akan semakin jaya..., Insya Allah.