Wellcome

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI REALIS GEA
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. 49 : 13]"

Sabtu, 08 Oktober 2011

KEMBALI KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA


Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa kita, bangsa Indonesia yang berdiri tegak di atas 5 (lima) Dasar, Pancasila. Lahirnya semboyan ini merupakan sebuah jerih payah para pendahulu kita dalam mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam budaya, bahasa dan kepercayaan dengan menjaga batas – batasnya melalui ideologi Pancasila. Hal itu semua merupakan jerih payah yang luar biasa, dan sebagai penerus bangsa wajib bagi kita untuk menjunjung tinggi dan menghargainya dengan setulus hati.

Negara Kesatuan Republik Indonesia mengakui keberadaan 5 (lima) agama ditambah 1 (satu) agama di zaman pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur).  Keenam aliran kepercayaan itu adalah :
1.       Agama Islam
2.       Agama Kristen Protestan
3.       Agama Katholik
4.       Agama Hindu
5.       Agama Buddha, dan
6.       Kong Hu Chu

Secara umum, keenam agama ini mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa, sesuai dengan bunyi Pancasila ayat pertama. Namun, di balik semua itu masih juga terdapat pertengkaran antar sesama kita yang berbeda keyakinan lebih – lebih antara Islam dan Kristen. Kenapa terus bertengkar?

Sebenarnya, pertengkaran yang terjadi selama ini bukan karena benci atau sakit hati, melainkan hanyalah sebuah ungkapan nurani untuk menjajaki sejauh mana seseorang itu memahami ajaran agamanya dengan benar. Kebanyakan setiap penganut agama baik itu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katholik, Hindu, Buddha dan Konghuchu belum memahami ajaran agamanya itu secara utuh, sehingga mereka hanya menebak – nebak dalam menarik suatu kesimpulan pada suatu permasalahan kepercayaan.

Selama ini, saya melihat bahwa Hindu, Buddha, Konghuchu mengambil kedudukan sebagai aliran kepercayaan yang netral dalam berbagai perdebatan. Sementara Kristen dan Islam adalah dua aliran kepercayaan yang terus bersinggungan bahkan sampai ke skala internasional. Namun, di mana letak perdebatan yang belum kunjung selesai itu?

Letak perdebatannya terletak pada hal yang paling intim yaitu : Hal ketuhanan. Islam secara tegas menyatakan bahwa Tuhan itu adalah Esa, Dia adalah Allah, tempat bergantung segala sesuatu, tiada mengambil anak atau pun diperanakkan baik secara langsung maupun tidak langsung, dan tiada satu pun yang setara dengan Dia (QS. Al Ikhlash : 1-4).

Kristen menyatakan bahwa Tuhan itu adalah Esa, namun Tuhan yang Esa itu dalam penyataannya berwujud dalam tiga pribadi yaitu : Tuhan Bapa ketika Ia dalam keadaan mencipta dan memberi berkat, Tuhan Anak ketika dalam keadaan mengampuni dan mentahirkan dari segala penyakit lahir – bathin dan Tuhan Roh Kudus ketika memberikan petunjuk kepada orang – orang percaya, dan ketiganya itu adalah Esa (Tritunggal).

Persamaan keyakinan Islam dan Kristen bertemu ketika membicarakan bahwa Tuhan itu Maha Esa, Maha Kuasa, Maka Kekal dan beberapa sifat – sifat Tuhan lainnya.

Islam menolak secara tegas jika seseorang mengatakan bahwa Tuhan itu terdiri dari tiga oknum apalagi jika Nabi Isa atau Yesus menurut Kristen diakui sebagai Tuhan; dan juga Roh Kudus Tuhan disetarakan dengan Tuhan.

Sekarang, dengan menanggalkan identitas kita sebagai penganut agama Islam atau Kristen dan mengenakan pemikiran yang jernih dan hati yang tulus dengan menjunjung tinggi kejujuran, di manakah yang benar antara kedua pernyataan yang berbeda ini? Sebab, jika kedua-duanya dibenarkan maka tentu mengalami kontradiksi dan selamanya tetap berbeda.

Mungkin ada yang berpendapat : kenapa harus disamakan? Bukankah agama kita berbeda maka tentu ajarannya juga berbeda? Pendapat ini dapat diterima ketika kita berada dalam keegoan dan menutup diri untuk lebih mengembangkan kepada keyakinan yang lebih mantap. Namun, pendapat ini tertolak jika pemikiran kita cenderung haus akan kebenaran dan tidak langsung puas pada apa yang kita anggap benar, sebelum membuktikan secara ilmiah dan mengakuinya dalam hati yang tidak dipenuhi oleh kotoran dan penyakit hati.  

Saudara – saudara yang budiman, anda berkesempatan memberikan pendapat / komentar dalam ruang komentar blog ini, dengan catatan anda harus menjunjung tinggi sopan santun. Pendapat anda harus didasarkan pada pendapat yang jujur dan tidak cenderung berat sebelah (pendapat yang berdasarkan kejujuran dan bukan silat lidah atau ingin menang sendiri). Pendapat anda akan dihilangkan jika anda melanggar ketentuan ini.

Semoga tulisan ini menjadi salah satu sarana kita menggapai keyakinan yang benar – benar murni dan bukan hasil dari pemikiran – pemikiran yang dipengaruhi oleh hawa nafsu, Terima Kasih. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar yang santun dan membangun serta solusi terbaik dari apa yang anda anggap sebagai kekeliruan. Admin berhak untuk menghapus komentar yang tidak mengindahkan himbauan ini. Terima kasih.