Wellcome

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI REALIS GEA
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. 49 : 13]"

Sabtu, 22 Oktober 2011

TERORISME PERUSAK AJARAN ISLAM


Oleh hamba yang dha’if : Realis Gea

بسم الله الرحمن الرحيم. الحمد لله الذي ارسل رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون. اشهد ان لا اله الا الله و اشهد ان محمدا عبده و رسوله. اللهم صلى على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد. اما بعد:
Pada pandangan masyarakat non Muslim, Terorisme sangat identik dengan Islam. Sebab, pelakunya adalah orang (yang mengaku) Islam dan ajarannya pun serba ayat Al Quraan.  Mereka mengajak ke surga dengan jalan bunuh diri, padahal mereka tidak menyangka bahwa jalan jihad yang mereka tempuh sangat bertentangan dengan konsep Nabiyul Kariym, Muhammad SAW.

Dalam pandangan teroris, semua yang tidak mengaku bahwa ALLAH adalah Tuhan satu – satunya dan Nabi Muhammad SAW adalah Rasul-Nya, harus diperangi dan dibumi hanguskan. Karena mereka adalah kaum yang kafir dan penentang Allah Tuhan Yang Maha Tinggi, sebagaimana mereka serap dalam QS At-taubah.

Namun, benarkah yang mereka jalankan ini? Semasa hidup Rasulullah SAW, beliau pernah mengalami suatu penyiksaan dari Bani Thaif ketika hendak berhijrah ke sana. Beliau berharap penduduk Thaif menerimanya dan menerima ajarannya. Akan tetapi, Allah SWT berkehendak lain. Ia kunci hati orang-orang Thaif itu agar mereka menolak Rasul-Nya dan mengusirnya dari tanah mereka dengan lemparan batu.

Malaikat gunung pun tidak memahami rencana besar Allah SWT ini, sehingga ia berseru kepada Rasulullah SAW agar diizinkan untuk melemparkan gunung yang dijaganya kepada bangsa durhaka itu. Namun, apa jawaban Rasulullah? “Tidak, wahai sahabat! Memang bangsa ini durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya di zaman ini, tapi kita tidak tahu jika anak keturunan mereka yang akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Mendengar jawaban dari Rasulullah ini, sang malaikat pun diam dan menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Nabi yang Mulia.

Pernahkah sang teroris mengalami hal ini? Jika pernah mengalaminya, kenapa tidak berlaku seperti kebijaksanaan sang panutan? Ajaran siapakah yang mereka ikuti sehingga bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW?  Pernahkah mereka mendoakan orang – orang yang mereka anggap durhaka itu agar mendapat hidayah dari Tuhannya?

Aksi jihad yang mereka jalani jelas seperti aksi jihad orang – orang yang tidak memiliki Tuhan. Mereka menyerang siapa saja bahkan orang – orang islam sendiri mereka sikat, bahkan di masjid mereka ledakkan. Inikah yang dimaksud sebagai jihad fiy sabiylillah? Siapakah guru mereka? Bahkan jelas sekali jika ada orang yang menyerang orang muslim maka yang demikian itulah yang harus diperangi dan dibumi hanguskan.

Demikian pula dengan cara mereka beraksi dengan meledakkan bom bunuh diri. Bahkan Al Quraan sangat jelas menolak aksi durhaka ini. Perhatikan Firman Allah Ta’ala berikut ini :

……... Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. 4:29-30)

Pelaku bunuh diri ini, diancam oleh Allah dengan Neraka. Maka, surga apa yang mereka janjikan? Ajaran mereka adalah dusta, menyesatkan setiap manusia yang hendak mengikuti jejak mereka.  

Islam agama yang haq tidaklah mengajarkan manusia untuk berlaku sadis tanpa alasan. Islam jelas menegaskan bahwa urusan hidayah itu adalah urusan Tuhan. Kita sebagai manusia bahkan nabi sekalipun tidak berhak untuk memberikan hidayah kepada siapa pun kecuali dengan izin Tuhan. Tugas kita hanya menyeru mereka dengan lemah lembut dan penuh toleransi. Setelah itu, hasil dari upaya kita tersebut serahkan kepada Tuhan dalam doa. Perhatikan Firman Allah SWT berikut ini  :

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)

Anda”terorism”  tidak disuruh untuk menakut – nakuti mereka yang beriman, apalagi yang belum beriman kepada Allah yang Esa dan Rasulnya Muhammad SAW, sebagaimana firman-Nya :

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS. 3:159)

Dan anda pun tidak disuruh untuk memaksa mereka masuk agama Islam :

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:256)

Jadi, Sang Terorism tidak perlu sibuk – sibuk membuat kerusakan di muka bumi ini dengan alasan “dakwah” dan “perang suci”, semua itu adalah omong kosong dan watak pengecut, sedangkan islam bukan agama omong kosong dan bukan pula agama pengecut. Islam telah mengakar dan tidak perlu anda melelahkan diri untuk merusak ajarannya. Islam telah tegak kokoh dan tidak sanggup anda untuk merobohkannya. Orang yang ingkar kepada Taghut (sesembahan selain Allah SWT) serta yang beriman kepada Allah itulah yang sesungguhnya berpegang pada jalan yang tidak pernah putus dari Rahmad Allah SWT.

Saudara-saudara yang hendak mereka sesatkan, kiranya cepat –cepat sadar dan kembali ke ajaran Islam yang benar, dan ingkarilah apa – apa yang mereka anggap sebagai jalan ke surga, karena surga bagi mereka adalah neraka dan neraka bagi mereka adalah surga.

Semoga tulisan ini bermanfaat, mohon kritik dan saran yang membangun.
و الله الموفق الى اقوام الطارق – و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته.

2 komentar:

  1. Gitu, ya. Jadi teroris itu bukan Islam? tapi kok ngaku - ngaku Islam? Aneh juga ya? mungkin mereka - mereka inilah perusak agama dan pengacau umat di bumi. Terima Kasih atas pencerahannya, semoga Islam makin Jaya. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, saudaraku...
      doa saudara adalah do'a kita semua...
      Islam telah jaya...dan akan semakin jaya..., Insya Allah.

      Hapus

Berikan komentar yang santun dan membangun serta solusi terbaik dari apa yang anda anggap sebagai kekeliruan. Admin berhak untuk menghapus komentar yang tidak mengindahkan himbauan ini. Terima kasih.